Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Info Terkini, Perusahaan Pembiayaan Mulai Menemukan Titik Cerah

Info Terkini, Perusahaan Pembiayaan Mulai Menemukan Titik Cerah

Perusahaan pembiayaan jadi salah satu sektor bisnis yang usahanya terpukul karena pandemi Covid-19. Mobilitas masyarakat yang merosot sejalan dengan permintaan untuk pembiayaan kendaraan yang juga turun.

Namun demikian, memasuki tahun 2022 ini, perusahaan pembiayaan mulai menemukan titik cerah. Pasalnya, setelah melewati kuartal I-2022, perusahaan pembiayaan atau multifinance telihat mulai menunjukkan tajinya kembali.

Setelah selama dua tahun bisnis pembiayaan sempat lesu, kini perusahaan pembiayaan lebih optimis melakukan tahun 2022. Hal tersebut dibuktikan dengan total pembiayaan yang terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Perusahaan Pembiayaan Mulai Menemukan Titik Cerah


Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengungkapkan, angka realisasi kredit perusahaan pada kuartal I-2022 ini tumbuh hingga 136 persen dari periode yang sama di 2021.

Adapun, tercatat kuartal-I 2022 realisasi kredit perusahaan CNAF sebesar Rp 2,36 triliun. Sementara, realisasi kredit pada periode yang sama tahun lalu masih di angka Rp 1 triliun.

Ia mengungkapkan, sejauh ini rata-rata realisasi kredit CNAF di tiap kuartalnya hingga Rp 1,42 triliun.

"Melihat realisasi di kuartal I-2022 kita optimistis realisasi kredit tumbuh lebih dari 30 persen hingga akhir tahun menjadi sekitar Rp 8 triliun," ujar dia kepada media Senin (11/4/2022).

Peningkatan juga dialami oleh Adira Finance. Direktur Utama Adira Finance I Dewa Made Susila mengungkapkan, pembiayaan baru meningkat sebesar 32,5 persen secara tahunan menjadi Rp 7,2 triliun di kuartal-1 2022.

"Adira Finance juga mencatatkan perbaikan rasio utang macet. Per Maret 2022, Rasio gross NPL konsolidasi membaik menjadi sebesar 2,0 persen. Adapun, tahun lalu diketahui besar rasio kredit macet sebesar 3,4 persen," kata dia dalam siaran pers (27/4/2022).

Dari sisi laba, Adira Finance juga mencatatkan kinerja yang cukup baik hingga Maret 2022. Perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih meningkat sebesar tumbuh 44,3 persen secara tahunan menjadi Rp 304,5 miliar.

Sejalan dengan itu, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) mencatat pembiayaan baru (booking) pada kuartal-1 2022 senilai Rp 4,8 triliun. Jumlah ini merupakan rekor terbesar yang pernah dicatat perusahaan dalam satu kuartal.

Nilai ini meningkat 61,8 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, jumlah ini naik 10,9 persen.

Direktur Keuangan sekaligus Corporate Secretary BFI Finance Sudjono mengungkapkan, peningkatan nilai booking ini turut mengatrol jumlah total piutang yang dikelola. Tercatat, total piutang yang dikelola naik 14,3 persen dibandingkan kuartal-I 2021, menjadi Rp 15,6 triliun.

"Mobilitas masyarakat yang semakin tinggi serta peningkatan kebutuhan dan konsumsi jelang Ramadhan juga turut mendukung kinerja Perseroan sepanjang kuartal satu kemarin,” ujar dia dalam keterangan tertulis Rabu (28/4/2022).

Ia menambahkan, rasio kredit macet atau Non-Performing Financing (NPF) bruto tetap stabil membaik di angka 1,06 persen dan neto sebesar 0,26 persen.

Perusahaan pembiayaan lain, Mandiri Utama Finance (MUF) berhasil mencatatkan nilai pembiayaan baru pada kuartal I-2022 sebesar Rp 3,7 triliun. Pencapaian ini tumbuh 68,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama MUF Stanley Setia Atmadja mengungkapkan, kualitas portofolio yang dikelola pada kuartal ini menunjukkan perbaikan yang berkesinambungan. Tercatat, rasio kredit macet, atau non performing finance (NPF) pada kuartal I-2022 tercatat 0,79 persen.

"MUF memproyeksikan tahun 2022 akan membukukan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan dan juga bila dibandingkan dengan kinerja tahun 2021," jelas Stanley dala keterangan resmi, dikutip Kompas.com (4/5/2022).

Ia menambahkan, sepanjang tahun lalu MUF berhasil menyalurkan pembiyaan kendaraan bermotor berbasis syariah sebesar 11,7 persen dari jumlah piutang pembiayaan yang dikelola. Hasil tersebut berhasil dicapai berkat kerja sama antara MUF Unit Usaha Syariah (UUS) dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

"Kami lihat tren pembiayaan Syariah juga mengalami peningkatan yang signifikan. Pertumbuhan MUF UUS diharapkan terus terjaga dengan kualitas pertumbuhan aset yang juga semakin baik dan kami percaya dapat melalui tahun 2022 dengan baik," kata Stanley.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Aktifkan Notifikasimu

Aktifkan

Auto Post Artikel di Blogspot

Cara Menulis Artikel Otomatis di Blogger


(KOM)(MLS)

Post a Comment for "Info Terkini, Perusahaan Pembiayaan Mulai Menemukan Titik Cerah"