Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Parah! Penipuan "Robot Trading" Fahreinheit Capai Rp 5 Triliun, Lebih "Mengerikan" dari Kasus Indra Kenz dan Doni Salmanan

Parah! Penipuan "Robot Trading" Fahreinheit Capai Rp 5 Triliun, Lebih "Mengerikan" dari Kasus Indra Kenz dan Doni Salmanan

Kasus penipuan investasi robot trading Fahreinheit milik Hendry Susanto diduga telah menyedot dana nasabahnya hingga Rp 5 triliun. Hal ini menambah panjang derek kasus investasi bodong di tanah air.Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengungkapkan, selain Inra Kenz dan Doni Salmanan, masih ada lagi investasi yang memakan kerugian lebih besar, bahkan hingga Rp 5 triliun. “Ada lagi lebih sadis, entah benar entah enggak, (apa benar hingga Rp 5 triliun) wassalam ini kalau hingga benar. Makanya saya Minta Polri untuk tidak takut kejar pelaku pemain trading ilegal siapapun. Tegak Lurus pak @polisirepublikindonesia @divisihumaspolri @cyber.polri,” tulis Ahmad dikutip dari Instagramnya. Berdasarkan penelusuran Kompas.com, kasus investasi bodong berkedok robot trading Fahrenheit, tengah masuk tahap penyidikan oleh Bareskrim Polri.

Adapun nama dibalik robot trading Fahrenheit adalah Hendry Susanto yang merupakan CEO PT FSP Academy Pro. Terkuaknya kasus ini, berawal dari laporan korban yang diterima Dirkrimsus Polda Bali awal pekan lalu.

Penipuan "Robot Trading" Fahreinheit Capai Rp 5 Triliun, Lebih "Mengerikan" dari Kasus Indra Kenz dan Doni Salmanan


Nama Hendry terseret lantaran para korban mengaku kesulitan melakukan withdraw, dan tidak dapat menghubungi Hendry.

Media sosial Hendry juga dinonaktifkan beserta dengan aplikasi trading ditutup.

Edukasi dan literasi keuangan

Maraknya kasus investasi bodong, tentunya perlu menjadi perhatian, utamanya bagi para pemburu cuan.

Meskipun upaya literasi dan edukasi telah dilakukan banyak pihak, tetap saja investasi bodong memakan korban.

Maka dari itu, penting untuk dipahami, tidak ada keuntungan besar yang dapat diperoleh secara instan, sehingga ada baiknya menelaah instrumen investasi lebih dalam, sebelum melakukan berinvestasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Aktifkan Notifikasimu

Aktifkan

Blogspot Auto Post Indonesia => https://malasnulis.my.id

Inilah cara menulis artikel secara otomatis di blogger!


(KOM)(MLS)

Post a Comment for "Parah! Penipuan "Robot Trading" Fahreinheit Capai Rp 5 Triliun, Lebih "Mengerikan" dari Kasus Indra Kenz dan Doni Salmanan"