Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Waduh! Jelang Kenaikan Cukai Rokok, Simak Rekomendasi Analis Terkait Saham Emiten Tembakau

Waduh! Jelang Kenaikan Cukai Rokok, Simak Rekomendasi Analis Terkait Saham Emiten Tembakau

Pemerintah akan menaikan cukai rokok pada awal tahun 2022 sebesar 12 persen. Meskipun lebih rendah dibanding tahun sebelumnya, akan tetapi hal ini tak hanya berpengaruh pada harga rokok, tapi juga harga saham emiten produsen rokok. Melansir RTI, pada perdagagnan di sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa emiten rokok sesuai HM Sampoerna (HMSP), Gudang Garam (GGRM), Wismilak Inti Makmur (WIIM), dan Indonesian Tobacco (ITIC) dalam sepekan mengalami penurunan. HMSP dan GGRM turun 0,5 persen, sementara WIIM turun 0,8 persen dan ITIC 1,9 persen.

Jelang Kenaikan Cukai Rokok, Simak Rekomendasi Analis Terkait Saham Emiten Tembakau


4+

KOMPAS.com: Berita Terpercaya

Baca Berita Terbaru Tanpa Terganggu Banyak Iklan

Dapatkan Aplikasi

Head of Investment Information PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Roger M.M mengungkapkan, dalam beberapa bulan terakhir memang pergerakan emiten rokok cenderung sideways terkait rencana pemerintah menaikkan cukai rokok. “Dengan sudah diumumkannya kenaikan tersebut sebesar 12 persen tentunya menjadi sentimen negatif bagi emiten rokok. Praktis akan ada tekanan terhadap kinerja emiten rokok di tahun 2022,” kata Roger kepada Kompas.com, Rabu (15/12/2021), Roger bilang, secara valuasi emiten rokok masih memiliki daya tarik. Walaupun sentiment ini berdampak pada penurunan harga saham rokok, tentunya itu hanya akan bersifat sementara saja dan tidak terlalu dalam.

“Namun secara valuasi emiten rokok sebenarnya saat ini menarik apalagi kalau memang terjadi koreksi jangka pendek. Rekomendasi Mirae Assets masih Hold,” ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) alias cukai rokok akan dimulai 1 Januari 2022. Dia menegaskan, kenaikan rata-rata kenaikan tarif cukai rokok adalah sebesar 12 persen. "Ini adalah cukai baru yang akan berlaku mulai bulan Januari. Pak Presiden minta kepada kita segera selesaikan supaya kita tetap dapat menjalankan per 1 Januari," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Senin (13/12/2021).

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Aktifkan Notifikasimu

Aktifkan

Blogspot Auto Post Indonesia => https://malasnulis.my.id

Cara Menulis Artikel Otomatis di Blogger


(KOM)(MLS)

Post a Comment for "Waduh! Jelang Kenaikan Cukai Rokok, Simak Rekomendasi Analis Terkait Saham Emiten Tembakau"