Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Update Terbaru, Soal Wacana Evaluasi Harga DMO Batu Bara, Ini Kata PLN

Update Terbaru, Soal Wacana Evaluasi Harga DMO Batu Bara, Ini Kata PLN

Domestic Market Obligation (DMO) batu bara kembali menjadi perbincangan setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka opsi untuk mengevaluasi ketentuan patokan harga batu bara 70 dollar AS per ton.

Usulan penyesuaian harga patokan DMO batu bara untuk sektor kelistrikan pun kembali mengemuka. Jika harga patokan DMO batu bara naik, dikhawatirkan beban keuangan PT PLN (Persero) akan semakin berat, lantaran sebagian besar pembangkit listrik dihidupi dengan membakar batubara.

Sayangnya, mengenai harga patokan DMO batubara ini, pihak PLN belum bersedia memberikan banyak komentar. Direktur Energi Primer PLN Rudy Hendra Prastowo mengungkapkan bahwa kebijakan DMO batu bara menjadi kewenangan pemerintah. Rudy memastikan, PLN bakal patuh pada kebijakan yang diambil pemerintah.

Soal Wacana Evaluasi Harga DMO Batu Bara, Ini Kata PLN


4+

KOMPAS.com: Berita Terpercaya

Baca Berita Terbaru Tanpa Terganggu Banyak Iklan

Dapatkan Aplikasi

"Harga (DMO Batubara) untuk kelistrikan ditentukan pemerintah. Apa pun keputusan pemerintah, PLN selalu mendukung," ujar Rudy saat dihubungi Kontan.co.id, Jum'at (24/12/2021).

Dia pun enggan berkomentar mengenai evaluasi harga patokan DMO batu bara. Namun yang jelas, PLN masih terus berupaya untuk dapat mengamankan pasokan batu bara yang diperlukan untuk kelistrikan pada tahun depan.

"Pembahasan hanya mengenai penerapan komitmen pasokan dengan mitra-mitra terhadap eksekusi dari regulasi," sebut Rudy.

Meski belum membeberkan secara detail mengenai besaran volume dan strategi pemenuhan batu bara di 2022, tapi Rudy menekankan bahwa kontrak jangka panjang dengan para pemasok dan produsen masih berlangsung.

"Kontrak longterm masih berjalan dengan baik," pungkasnya.

Mengutip pemberitaan Kontan.co.id sebelumnya, Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Sunindyo Suryo Herdadi mengungkapkan, saat ini pihaknya bersama stakeholders lain yang terkait sedang melakukan evaluasi terhadap harga patokan batubara khususnya yang dialokasikan untuk kebutuhan pembangkit listrik secara umum.

Namun Sunindyo belum dapat menyampaikan lebih detail proses evaluasi yang tengah dilakukan.

"Tentunya kalau secara formula kita masih tetap gunakan yang 4 indeks tadi cuma memang sekarang kita sedang melakukan evaluasi terhadap capping harga 70 dollar AS per ton," ungkap Sunindyo dalam Webinar Minerba Virtual Fest 2021, Selasa (21/12/2021).

Sebagai informasi, pemenuhan DMO untuk ketenagalistrikan hingga Oktober 2021 hingga 93,2 juta ton. Jumlah itu meliputi kebutuhan untuk PLTU milik PLN dan IPP. Merujuk catatan Kementerian ESDM, hingga dengan Oktober 2021 tercatat ada 85 perusahaan yang sudah memenuhi komitmen DMO.

Sementara ada 19 perusahaan yang komitmen DMO nya hingga 20 persen - 25 persen. Selanjutnya, ada 19 perusahaan dengan komitmen DMO dalam kisaran 15 persen - 20 persen. Kemudian, sebanyak 489 perusahaan masih komitmen DMO di bawah 15 persen.

Hingga Oktober 2021 total realisasi DMO hingga 110 juta ton atau 80 persen dari target sebesar 138 juta ton. Dalam kebijakan DMO ini, pemerintah juga telah mematok harga batubara untuk kebutuhan domestik industri semen dan pupuk sebesar 90 dollar AS per ton. (Editor: Handoyo | Reporter: Ridwan Nanda Mulyana)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Begini Tanggapan PLN Soal Wacana Evaluasi Harga DMO BatubaraDapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Aktifkan Notifikasimu

Aktifkan

Auto Post Artikel di Blogspot

Cara Menulis Artikel Otomatis di Blogger


(KOM)(MLS)

Post a Comment for "Update Terbaru, Soal Wacana Evaluasi Harga DMO Batu Bara, Ini Kata PLN"