Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tidak Disangka, Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok: Komut Merasa Dirut Janganlah Itu, Harus Tahu Batasan

Tidak Disangka, Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok: Komut Merasa Dirut Janganlah Itu, Harus Tahu Batasan

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengingatkan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok alias BTP, agar tidak merasa menjadi direktur utama. Hal itu merespons pernyataan Ahok terkait banyaknya kontrak-kontrak di BUMN yang bermasalah.

Menurut dia, seharusnya Ahok tidak perlu berbicara melebihi kapasitasnya sebagai komisaris utama. Beberapa waktu lalu, Ahok membeberkan ‘borok’ BUMN kepada publik. Banyak kontrak bisnis BUMN merugikan perusahaan pelat merah, termasuk Pertamina.

Seperti diketahui, beberapa kali kritik terhadap Pertamina itu dihinggakan Ahok di media sosial sesuai Youtube dan Instagram. 

Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok: Komut Merasa Dirut Janganlah Itu, Harus Tahu Batasan


4+

KOMPAS.com: Berita Terpercaya

Baca Berita Terbaru Tanpa Terganggu Banyak Iklan

Dapatkan Aplikasi

Mulanya, Arya Sinulingga bercerita jika apa yang dihinggakan Ahok telah lama banyak dihinggakan Menteri BUMN Erick Thohir. Namun kemudian menyindir Ahok yang dinilainya sudah melampaui tugasnya sebagai komisaris.

"Beliau kan sebagai komut harus membicarakan itu juga di sesama komisaris, di dewan komisaris," ucap Arya Sinulingga kepada awak media sesuai dikutip dari Kompas TV, Senin (29/11/2021).

Arya Sinulingga yang juga mantan Timses Jokowi di dua pilpres ini menyebut, sikap Ahok yang seolah sesuai direksi Pertamina itu dinilai kurang elok, padahal tugasnya adalah sebagai komisaris. 

"Jangan hingga Pak Ahok ini di Pertamina juga menjadi komisaris merasa direktur gitu. Komut merasa dirut itu jangan, harus tahu batasan-batasannya," tutur Arya Sinulingga.

Ia bilang, Ahok yang merupakan kader PDI-P itu juga disebutkan kurang meng-update informasi terkini di Pertamina yang dikritisinya. 

Arya mengaku bingung jika Ahok tak memahami 5 program transformasi ini. Sebagai komisaris utama, Ahok harusnya menjadikan program tersebut sebagai acuan.

Arya mengungkapkan, langkah penegakan hukum terus dilakukan. Dia menyayangkan Ahok yang banyak bicara tentang BUMN, tapi tidak mengetahui perkembangannya.

"Dan kita berharap ke depan Pak Ahok makin banyak nih belajar dari apa yang sedang dilakukan oleh BUMN. Jangan hingga Pak Ahok ketinggalan kereta. Masa Pak Ahok sebagai komut ketinggalan kereta," ucap Arya Sinulingga. 

Menurut Arya, apa yang dihinggakan Ahok sebenarnya juga sudah lama dihinggakan Menteri BUMN Erick Thohir. 

"Harusnya beliau lihat juga bahwa apa yang diomongkan beliau itu udah lama diomongkan Pak Erick Thohir. Mulai dari urusan bahwa jangan hingga project-project itu jadi bancakan korupsi, bahwa BUMN itu adalah perusahaan milik negara," kata Arya Sinulingga.

Menurut Arya Sinulingga, mungkin Ahok tak mengikuti perkembangan BUMN, padahal sudah banyak kasus di BUMN yang dibawa ke ranah hukum.

"Kemudian juga kalaupun ada kerja sama dengan BUMN harus win-win solution, tidak boleh ada yang dirugikan. Itu semua itu udah dibicarakan oleh Pak Erick jauh-jauh hari," kata dia lagi. 

Beberapa waktu lalu, Ahok memang menyebut banyak kontrak bisnis di BUMN yang dianggap merugikan perusahaan pelat merah, termasuk Pertamina di mana dirinya menjadi komisaris.

Kritiknya itu dia hinggakan dalam akun YouTube miliknya Panggil Saya BTP. Ahok pun marah dengan temuan itu. 

Selain merugikan BUMN, kontrak bisnis itu justru menguntungkan pihak lain. Ahok bertambah geram. 

Meskipun kontrak itu merugikan BUMN, akan tetapi hanya dianggap angin lalu oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Lembaga tersebut hanya menilai masalah itu hanya persoalan salah bayar atau kelebihan bayar.

Terbaru, Ahok juga blak-blakan mengkritisi rencana holding BUMN yang berencana mengakuisisi perusahaan pembuat baterai listrik asal Jerman. 

 Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Aktifkan Notifikasimu

Aktifkan

Auto Post Artikel di Blogspot

Inilah cara menulis artikel secara otomatis di blogger!


(KOM)(MLS)

Post a Comment for "Tidak Disangka, Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok: Komut Merasa Dirut Janganlah Itu, Harus Tahu Batasan"