Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Lagi Viral, Cara Menghitung Dana Pensiun dan Pilihan Investasinya

Lagi Viral, Cara Menghitung Dana Pensiun dan Pilihan Investasinya

Dana pensiun dibutuhkan sebagai bekal finansial di hari tua. Dana pensiun sebaiknya dipersiapkan sejak usia muda, saat masih produktif.

Persiapan dana pensiun yang matang akan membekali hasil maksimal. Artinya, uang yang terkumpul untuk dana pensiun akan jauh lebih besar.

Dana pensiun sangat penting untuk keberlangsungan hidup di usia senja. Pasti kamu tidak ingin kerja keras bagai kuda di masa pensiun. Kamu ingin menikmati masa tua dengan tenang dan nyaman dari segi keuangan.

Lalu berapa dana pensiun yang kamu butuhkan? Berikut cara menghitung dana pensiun dengan mudah dan memilih instrumen investasinya, sesuai dikutip dari Cermati.com.

Cara Menghitung Dana Pensiun dan Pilihan Investasinya


Kebutuhan Dana Pensiun

Semakin besar dana pensiun yang terkumpul, tentu semakin baik. Tak khawatir hidup nelangsa, kurus kering, karena keuangan sudah terjamin.

Ini berkat konsistensi kamu dalam menyisihkan uang setiap bulan ketika muda. Hasilnya, akan kamu nikmati di hari tua.

Rumus menghitung kebutuhan dana pensiun sangat sederhana.

Jumlah biaya hidup per bulan x estimasi umur hidup

Contoh: Kamu ingin pensiun di umur 50 tahun. Prediksi kamu dapat hidup hingga 70 tahun. Biaya hidup sebesar Rp 8 juta sebulan.

Total dana pensiun = Rp 8 juta x 12 (jumlah bulan dalam setahun) x 20 = Rp 1,92 miliar.

Pilihan Investasi untuk Dana Pensiun

Di masa pensiun, kamu tidak akan memperoleh gaji bulanan lagi dari perusahaan. Sementara sisi lain, kebutuhan sehari-hari tetap harus tercukupi.

Dengan begitu, jumlah dana pensiun yang kamu butuhkan pasti harus besar. Sehingga akan sangat tepat jika kamu mempersiapkan dana pensiun melalui investasi.

Investasi sanggup memberikan keuntungan atau imbal hasil melampaui inflasi. Ini instrumen investasi yang tepat untuk persiapan dana pensiun.

1. Deposito

Deposito menjadi pilihan investasi menarik untuk kamu yang ingin mempersiapkan dana pensiun. Dana kamu akan lebih aman ditaruh pada instrumen investasi ini.

Aman di sini maksudnya, kamu tidak dapat menarik kapanpun dana tersebut sesuai pada tabungan. Sebab, ada tenor yang ditawarkan bank untuk produk deposito, yakni satu, tiga, enam, 12 bulan hingga 24 bulan.

Kalau menarik dana deposito sebelum waktu jatuh tempo, maka kamu akan diganjar biaya penalti. Selain itu, memiliki deposito dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan nilai hingga Rp2 miliar. Jadi tidak perlu khawatir.

Di sisi lain, bunga deposito lebih tinggi dibanding tabungan. Suku bunga deposito berkisar dua hingga delapan persen per tahun. Tetapi, risiko deposito adalah penurunan bunga, kena pajak 20 persen.

Contoh menghitung dana pensiun yang ditempatkan di deposito:

• Biaya hidup Rp 96 juta per tahun (Rp 8 juta per bulan) dibagi bunga deposito• Kebutuhan dana pensiun = Rp 96 juta / 3,5 persen = Rp 2,74 miliar.

2. Reksadana saham

Reksadana saham adalah jenis reksadana memiliki risiko paling tinggi dibanding jenis reksadana di atas. Tetapi keuntungannya juga yang paling tinggi, karena pasar saham bersifat fluktuatif.

Buat kamu yang tipenya agresif dan berani mengambil risiko, investasi ini dapat jadi tantangan. Reksadana saham pas untuk investasi jangka panjang, di atas 5 tahun.

Sangat pas buat kamu yang ingin mempersiapkan dana pensiun karena menjanjikan keuntungan sekitar 15 persen hingga 20 persen per tahun.

Contoh menghitung dana pensiun yang ditempatkan di reksadana saham:

• Kebutuhan dana pensiun = Rp 96 juta / 16 persen = Rp 600 juta

3. Reksadana pendapatan tetap

Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana dengan lamanya investasi satu hingga tiga. Biasanya dana diinvestasikan pada obligasi atau produk keuangan yang keuntungannya cukup stabil dan minim risiko.

Tingkat risiko reksadana pendapatan tetap, rendah hingga menengah atau sedang dengan return per tahun sekitar tujuh hingga sembilan persen.

Contoh menghitung dana pensiun yang ditempatkan di reksadana saham:• Kebutuhan dana pensiun = Rp 96 juta / 7 persen = Rp 1,37 miliar.

Sisihkan 10 Persen dari Gaji untuk Dana Pensiun

Idealnya menyisihkan uang untuk dana pensiun adalah sekitar 10 persen dari gaji setiap bulan. Lakukan secara konsisten dan disiplin agar tujuan keuangan tersebut dapat tercapai.

 

Artikel ini merupakan hasil kerjasama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

 Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Aktifkan Notifikasimu

Aktifkan

Blogspot Auto Post Indonesia => https://malasnulis.my.id

Cara Menulis Artikel Otomatis di Blogger


(KOM)(MLS)

Post a Comment for "Lagi Viral, Cara Menghitung Dana Pensiun dan Pilihan Investasinya"