Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tidak Disangka, Strategi Bayar Utang Tak Jelas, Evergrande Tetap Yakin Bisa Keluar dari Krisis

Tidak Disangka, Strategi Bayar Utang Tak Jelas, Evergrande Tetap Yakin Bisa Keluar dari Krisis

Chairman Evergrande yakin perusahaan properti raksasa asal China tersebut mampu keluar dari krisis likuiditas yang saat ini sedang dihadapi.

Dilansir dari CNN, Rabu (22/9/2021), Chairman Evergrande Xu Jiayin dalam sebuah surat yang dipublikasikan untuk karyawan berjanji perusahaan tersebut bakal keluar dari 'kegelapan' atau krisis yang disebabkan oleh tumpukan utang perusahaan selama bertahun-tahun.

Di sisi lain, ia juga mengakui Evergrande Group saat ini tengah menghadapi krisis yang tak terduga.

Namun demikian, masih belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai proses penyelesaian krisis utang yang dihadapi oleh Evergrande.

Strategi Bayar Utang Tak Jelas, Evergrande Tetap Yakin Bisa Keluar dari Krisis


Hingga saat ini informasi mengenai proses penyelesaian krisis Evergrande baik dari pemerintah juga pemerintah China masih sangat terbatas.

Hal itu menyebabkan ketidakpastian bagi investor di pasar global yang mengkhawatirkan risiko sektor properti di China kolaps dan berpengaruh terhadap ekonomi global.

"Saya yakin seiring dengan upaya dan kerja keras bersama dari para pemimpin dan karyawan, Evergrande mampu keluar dari krisis secepat mungkin," tulis dia dalam surat yang dipublikasikan oleh Paper, surat kabar pemerintah China.

Xu pun menambahkan, menurutnya perusahaan mampu mempercepat proses kerja dan produksi usai menyelesaikan krisis.

Meski demikian, dalam surat tersebut, Xu tak menyebutkan upaya mengenai pembayaran bunga utang yang jatuh tempo pekan ini.

Harga saham Evergrande anjlok 7 persen pada perdagangan Selasa (21/9/2021) kemarin.Pada perdagangan sehari sebelumnya, harga saham Evergrande merosot 10 persen.

Secara keseluruhan, utang yang jatuh tempo pada hari Kamis (23/9/2021) ini sebesar lebih dari 100 juta dollar AS.

Namun, masih belum jelas seberapa besar kemampuan Evergrande untuk membayar utang tersebut.

Evergrande saat ini adalah perusahaan properti dengan utang terbesar di China. Secara keseluruhan, utang Evergrande hingga 300 juta dollar AS.

Pekan lalu saja, perusahaan telah memberi peringatan sebanyak dua kali mengenai risiko gagal bayar yang mungkin terjadi bila mereka tak mampu memperoleh penghasilan secara cepat.

Meski risiko krisis Evergrande kian terasa di pasar keuangan, akan tetapi pemerintah China hingga saat ini cenderung menahan untuk memberi komentar.

Hal tersebut menjadi salah satu sumber utama ketidakpastian yang terjadi di pasar global.

Ekonom Macquaire Group Larry Hu dan Xinyu Ji dalam sebuah laporan menuliskan, sikap pemerintah China saat ini merupakan bentuk kehati-hatian.

Pemerintah cenderung ingin menghentikan pengambilan risiko yang berlebihan dari pengembang properti sesuai Evergrande.

Di sisi lain, regulator juga ingin menjaga stabilitas dari sektor properti.

UBS memperkirakan, Evergrande sendiri memegang sekitar 6,5 persen dari total utang yang dipegang oleh sektor properti negara tersebut.

"Dengan demikian, pembuat kebijakan akan memilih untuk menunggu terlebih dahulu, kemudian melangkah kemudian untuk memastikan restrukturisasi utang yang teratur," tulis Hu dan Ji.

Aktifkan Notifikasimu

Aktifkan

Auto Post Artikel di Blogspot

Cara Menulis Artikel Otomatis di Blogger


(KOM)(MLS)

Post a Comment for "Tidak Disangka, Strategi Bayar Utang Tak Jelas, Evergrande Tetap Yakin Bisa Keluar dari Krisis"