Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cari Tahu, Cara Memaksimalkan Media Sosial untuk Tambahan Penghasilan di Kala Pandemi

Cari Tahu, Cara Memaksimalkan Media Sosial untuk Tambahan Penghasilan di Kala Pandemi

Di masa pandemi Covid-19, tidak sedikit bisnis yang tumbuh dengan memanfaatkan sosial media. Dengan keterbatasan yang ada saat ini, banyak masyarakat yang mencari kebutuhannya melalui media sosial. Kesempatan inilah yang dapat dimanfaatkan oleh pedangan untuk meraup cuan.

Pelaku bisnis di Instagram, Asoka Remadja mengungkapkan saat ini ada peluang yang menguntungkan dari bisnis yang memanfaatkan media sosial sebagai media promosi.

Asoka pun terus berupaya untuk memaksimalkan penggunaan media sosial untuk mengembangkan bisnis yang dimilikinya.

“Jika memulai sesuatu dari hobi atau hal yang disukai, maka kita akan mengerjakannya dengan semangat dan hati yang senang. Kemudian ketika peluang datang menghampiri, maksimalkan dengan mengembangkan pengetahuan dan memanfaatkan channel yang paling sesuai,” kata Asoka, secara virtual Jumat (18/9/2021).

Cara Memaksimalkan Media Sosial untuk Tambahan Penghasilan di Kala Pandemi


Asoka menjelaskan, media sosial adalah salah satu fasilitas yang mampu menjangkau banyak sekali pengguna di berbagai segmen dan lokasi. Penting bagi para pegiat bisnis untuk mengenali target pasar dan bagaimana menjalin engagement yang dapat meningkatkan performa bisnisnya.

Asoka bilang, Instagram dapat menjadi sarana bisnis yang dapat dilakukan oleh para perintis. Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya mengenali followers sebagai target pasar dari bisnis yang digeluti. Namun, memulai bisnis di sosial media juga butuh manajemen waktu yang tepat serta keberanian untuk melakukan percobaan hingga meraih sukses.

“Untuk mulai brand, perlu networking dari founder-nya, akan tetapi yang paling penting adalah kualitas dari barang dan jasa. Percayalah jika kualitas barang dan jasa sudah baik, maka itu akan meng-create kepuasan konsumen dan mereka akan lebih loyal,” kata Asoka.

Asoka juga menekankan pentingnya engagement alias keterikatan dengan konsumen. Menurut dia engagement ini adalah salah satu yang tidak boleh terlewat bagi siapapun yang ingin memulai usaha, utamanya melalui media sosial.

“Engagement itu, kita jangan maunya hanya didengar saja. Tapi juga kita harus mendengarkan konsumen kita, termasuk saran dan kritik. Apa yang mereka hinggakan agar produk kita dapat sukses, lebih baik dan mampu memenuhi ekspektasi konsumen,” jelas dia.

Di sisi lain, penggunaan berbagai fasilitas atau tools di sosial media juga mendukung sebagai bentuk promosi dari penjualan produk. Di Instagram, misalkan saja melalui tools IG Story, Feed, IGTV dan juga Iklan. Demikian juga dengan sosial media sesuai Facebook, yang harus mengikuti bentuk promo dan iklan yang relevan dengan masanya.

“Pertama, tools sosial media itu dengan memulai dari Feed, lalu ke IG Story, dan kemudian swipe up ke link. Selanjutnya dapat promosi melalui iklan beberapa detik yang estetik dan mengikuti trend zaman sekarang. Sementara itu, IGTV juga dapat digunakan untuk menjelaskan deskripsi produk lebih detail karena durasinya lebih panjang,” ungkap dia.

Melalui berbagai fasilitas tersebut, maka owner usaha dapat melihat demografi pasar dari produk yang dijual. Dengan begitu, maka owner usaha dapat mempelajari pasarnya dan dapat lebih fokus dalam menggaet target pasar yang dicari.

Karin Zulkarnaen, Chief Marketing Officer Allianz Life Indonesia menjelaskan, dalam melakukan bisnis tentunya perlu ada planning yang tepat. Jangan hingga, keuangan bisnis tercampur dengan pengeluaran pribadi, yang dapat merusak tujuan-tujuan yang sudah diatur sedemikian rupa.

“Kalau keuangan dicampur dan berlangsung lama, akhirnya keuangan dan planning akan tercampur dalam bisnis. Kita kan selalu ingin punya tujuan, misalkan untuk pendidikan yang mana ini harus disisihkan secara disiplin dan ditabung agat tidak terampur dalam bisnis,” ujar Karin.

Karin juga menekankan pentingnya asurasi dalam bisnis. Menurut dia, bisnis yang sudah berjalan dan memiliki karyawan. Menurut dia, di masa pandemic Coniv-19, tidak sedikit perusahaan yang mengalami kerugian karena harus menanggung beban karyawan yang sakit, utamanya karena butuh perawatan Covid-19.

“Di masa pandemi ini dapat saja kita sehat tapi karyawan kita ada yang sakit atau terkena Covid-19, dan itu sudah banyak terjadi. Di bulan Juli misalnya, ada banyak pengusaha yang terdampak dimana karyawannya harus melakukan rawat inap dan perusahaan harus menangung itu. Hal ini dapat berdampak pada (kas) perusahaannya,” tegas dia.

Aktifkan Notifikasimu

Aktifkan

Auto Post Artikel di Blogspot

Inilah cara menulis artikel secara otomatis di blogger!


(KOM)(MLS)

Post a Comment for "Cari Tahu, Cara Memaksimalkan Media Sosial untuk Tambahan Penghasilan di Kala Pandemi"