Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Wow! Pahami Beda PBG, SLF, dan Surat Bukti Kepemilikan Bangunan Gedung

Wow! Pahami Beda PBG, SLF, dan Surat Bukti Kepemilikan Bangunan Gedung

Dalam pembangunan sebuah gedung terdapat sejumlah dokumen yang harus dipenuhi sebagai syarat administrasi perizinan sesuai PBG dan SLF.

Selain itu, ada pula dokumen yang disebut Surat Bukti Keowneran Bangunan Gedung alias SBKBG sebagai tanda keowneran gedung yang sah.

Berikut ini penjelasan mengenai perbedaan antara PBG dan SLF, termasuk pemahaman mengenai apa itu SBKBG yang masing-masing memiliki fungsi berbeda.

Pahami Beda PBG, SLF, dan Surat Bukti Keowneran Bangunan Gedung


Seluruh dokumen tersebut saat ini dapat diurus secara online melalui portal resmi simbg.pu.go.id. Simak apa saja perbedaan PBG dan SLF serta apa itu SBKGB yang dirangkum dari portal simbg.pu.go.id sebagai berikut.

Definisi PBG pengganti IMB

Untuk memahami apa itu PBG, maka perlu diketahui bahwa istilah tersebut merupakan sebuah singkatan. PBG adalah kepanjangan dari Persetujuan Bangunan Gedung.

PBG ini merupakan dokumen pengganti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dihapus dalam aturan terkini. Artinya, PBG pengganti IMB adalah dokumen yang wajib dimiliki dalam sebuah pembangunan gedung atau bangunan.

Dengan begitu, PBG adalah perizinan yang dikeluarkan dari pemerintah kepada owner sebuah bangunan gedung atau perwakilannya untuk memulai pembangunan, merenovasi, merawat, atau mengubah bangunan gedung tersebut sesuai dengan yang direncanakan.

“PBG dapat diterbitkan apabila rencana teknis yang diajukan memenuhi standar teknis sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, untuk mengetahui apakah rencana teknis tersebut memenuhi standar teknis atau tidak, diperlukan sebuah proses konsultasi yang melibatkan tenaga ahli yang memiliki kemampuan dan keahlian terkait bangunan gedung,” jelas simbg.pu.go.id dikutip pada Sabtu (31/7/2021).

Tenaga ahli yang dimaksud dapat berasal dari keprofesian, juga dari perguruan tinggi. untuk mengetahui siapa saja yang dapat memeriksa rencana teknis tersebut, klik portal simbg.pu.go.id.

PBG memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

Memastikan pembangunan bangunan gedung berstatus legal.

Memastikan penyelenggaraan bangunan gedung tersebut memenuhi standar yang menjamin keselamatan, kenyamanan, kesehatan, dan kemudahan bagi penggunanya.

Mendata keberadaan rencana bangunan gedung.

“PBG dikeluarkan oleh pemerintah sesuai kewenangannya dan dikeluarkan paling lambat 28 hari kerja, tergantung fungsi dan klasifikasi bangunannya,” ungkap simbg.pu.go.id.

Adapun proses yang dilakukan dalam 28 hari tersebut meliputi:

Pengajuan

Pemeriksaan Rencana Teknis

Perhitungan Retribusi

Penerbitan PBG

PBG berlaku sekali seumur hidup bangunan yang bersangkutan, untuk memulai mengajukan pengurusan PBG secara online dapat dilakukan melalui simbg.pu.go.id.

Apa itu SLF

Sertifikat Laik Fungsi, atau disingkat SLF adalah sertifikat yang dikeluarkan dari pemerintah kepada owner sebuah bangunan gedung atau perwakilannya sebagai pernyataan bahwa bangunan yang bersangkutan laik fungsi dan dapat digunakan dengan benar sesuai rencana.

SLF dapat diterbitkan apabila kondisi bangunan yang diajukan memenuhi standar teknis sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, untuk mengetahui apakah bangunan tersebut memenuhi standar teknis atau tidak, diperlukan sebuah proses pemeriksaan dan inspeksi yang melibatkan tenaga ahli yang memiliki kemampuan dan keahlian terkait bangunan gedung.

“Tenaga ahli yang dimaksud berasal dari keprofesian yang memiliki kemampuan dan keahlian untuk melaksanakan pemeriksaan fisik, atau dari Pemerintah yang memiliki kemampuan serupa,” jelas simbg.pu.go.id.

SLF memiliki beberapa fungsi yakni:

Memastikan bangunan gedung aman untuk digunakan.

Memastikan bangunan gedung tersebut memenuhi standar yang menjamin keselamatan, kenyamanan, kesehatan, dan kemudahan bagi penggunanya.

Mendata keberadaan fisik bangunan gedung.

“SLF dikeluarkan oleh pemerintah sesuai kewenangannya dan dikeluarkan setelah semua aspek bangunan diperiksa dan dinilai lulus uji,” jelas simbg.pu.go.id.

Aspek yang diperiksa untuk keperluan penerbitan SLF meliputi:

Struktur

Arsitektur

Mechanical Electrical Plumbing (MEP)

Tata cara dan proses pengajuan SLF dapat dilakukan secara online melalui simbg.pu.go.id . Jika sudah memiliki SLF, terdapat sejumlah hal yang harus diperhatikan mengenai masa berlaku SLF.

SLF berlaku secara periodik, dengan usia SLF ini adalah:

20 tahun untuk bangunan rumah tinggal.

5 tahun untuk bangunan lainnya.

Apabila sudah habis masa berlakunya, SLF harus diperpanjang sebelum bangunan dapat digunakan kembali. Untuk memulai mengajukan perpanjangan SLF, dapat dilakukan melalui simbg.pu.go.id.

Definisi SBKBG

SBKBG adalah kepanjangan dari Surat Bukti Keowneran Bangunan Gedung. SBKBG diperoleh bersamaan dengan SLF akan tetapi bukan berarti SBKBG sama dengan SLF.

Apa itu SBKBG adalah surat tanda bukti yang dikeluarkan dari pemerintah kepada owner sebuah bangunan gedung sebagai pernyataan bahwa bangunan yang bersangkutan adalah benar miliknya dan tanggung jawab bangunan tersebut menjadi tanggung jawabnya.

SBKBG memiliki sejumlah fungsi sebagai berikut:

Memastikan hak keowneran bangunan gedung tersebut.

Memastikan bangunan gedung adalah legal, sah, dan mengikuti standar teknis sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Mendata keowneran bangunan gedung.

“SBKBG dikeluarkan oleh pemerintah sesuai kewenangannya dan dikeluarkan bersamaan dengan SLF,” ungkap portal resmi simbg.pu.go.id.

Aktifkan Notifikasimu

Aktifkan

Auto Post Artikel di Blogspot

Cara Menulis Artikel Otomatis di Blogger


(KOM)(MLS)

Post a Comment for "Wow! Pahami Beda PBG, SLF, dan Surat Bukti Kepemilikan Bangunan Gedung"