Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hmmm, Meskipun Ada PPKM Darurat, IHSG Bulan Ini Diprediksi Menguat ke Level 6.200

Hmmm, Meskipun Ada PPKM Darurat, IHSG Bulan Ini Diprediksi Menguat ke Level 6.200

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Juli 2021, diprediksi akan bergerak menguat hingga level 6.200.

Hal ini dimungkinkan, lantaran kinerja keuangan emiten di bursa pada kuartal II tahun 2021 yang diproyeksikan bertumbuh.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina mengungkapkan, pengumuman kinerja keuangan kuartal II tahun 2021 emiten di bursa tersebut, dapat membuat IHSG bertahan di atas level psikologis 6.000 bahkan dapat menguat hingga mendekati 6.200.

“Prediksi penguatan IHSG tersebut juga didasari analisis secara teknikal dengan acuan support 5.985-5.884 dan resistance 6.115-6.134. Penguatan IHSG didukung rilis laporan keuangan perusahaan kuartal II ini yang diperkirakan akan tetap bertumbuh, mengingat low base effect yang terjadi pada kuartal II tahun lalu,” ujar Martha secara virtual, Kamis (8/7/2021).

Di sisi lain, Martha optimistis penguatan IHSG akan terealisasi di tengah pembatasan PPKM Darurat yang diberlakukan sebagai upaya mengantisipasi kenaikan angka kasus baru penderita Covid-19 di dalam negeri dan global.

Optimisme kenaikan IHSG juga didukung oleh fakta, penguatan indeks di bulan Juni dengan kenaikan 0,6 persen secara bulanan di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di Tanah Air.

Jika dihitung dari awal tahun, IHSG cenderung flat dengan naik tipis 0,1 persen.

“Kinerja indeks saham utama domestik itu ditopang positifnya data ekonomi sesuai PMI Manufaktur yang menunjukkan ekspansi, meningkatnya angka penjualan eceran, dan membaiknya indeks kepercayaan konsumen (IKK),” kata Martha.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi paruh kedua 2021 diyakini mulai melambat terutama pada kuartal III tahun 2021 setelah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 yang angka hariannya terus mencetak level tertinggi membuat pemerintah menerapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali untuk periode 3 Juli hingga 20 Juli akan datang.

“PPKM Darurat tentunya akan berdampak kepada permintaan akan barang dan jasa. Karena itu, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini akan berada di level 4,15 persen, di bawah target pemerintah 4,5 persen hingga 5,3 persen,” tambah dia.

Walau demikian, masih ada sektor-sektor yang dapat dijadikan pilihan bagi investor untuk bertransaksi saham pada Juli ini, yaitu sektor konsumen primer, kesehatan, dan infrastruktur.

Untuk emiten perunggasan dan pakan ternak di sektor konsumen primer yang menjadi pilihan sesuai PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN).

Untuk saham pilihan pada sektor kesehatan, yakni operator rumah sakit serta laboratorium sesuai PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA).

Sementara di sektor infrastruktur, ada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Indosat Tbk (ISAT).

Ada juga beberapa saham yang layak dicermati karena dinilai bisnis perusahaannya akan terus membaik dan meningkat pada semester II tahun ini, yakni PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan tujuan bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Aktifkan Notifikasimu

Aktifkan

Blogspot Auto Post Indonesia => https://malasnulis.my.id

Inilah cara menulis artikel secara otomatis di blogger!


(KOM)(MLS)

Post a Comment for "Hmmm, Meskipun Ada PPKM Darurat, IHSG Bulan Ini Diprediksi Menguat ke Level 6.200"